Sakit gigi bisa datang kapan saja, bahkan saat sedang makan, belajar, bekerja, atau menjelang tidur. Rasa nyerinya juga bermacam-macam, mulai dari ngilu ringan hingga berdenyut terus-menerus yang membuat aktivitas jadi terganggu. Tidak sedikit orang hanya mengandalkan obat sakit gigi berlubang dan berdenyut tanpa mencari tahu penyebab sakit gigi yang sebenarnya.
Padahal, sakit gigi bukanlah penyakit, melainkan tanda bahwa ada masalah pada gigi atau jaringan di sekitarnya. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin mudah juga penanganannya. Lalu apa saja penyebab sakit gigi yang paling sering terjadi? Yuk simak penjelasan Opal di bawah ini.
Kenapa Sakit Gigi Bisa Terjadi?
Sakit gigi muncul ketika saraf di dalam gigi atau jaringan di sekitarnya mengalami iritasi, peradangan, atau infeksi. Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kebersihan mulut yang kurang terjaga hingga kerusakan gigi yang sudah cukup parah.
Karena penyebabnya berbeda-beda, cara mengatasinya juga tidak bisa disamakan.
Penyebab Sakit Gigi yang Perlu Diketahui
Berikut beberapa penyebab yang paling sering membuat gigi terasa sakit.
1. Gigi Berlubang
Gigi berlubang menjadi penyebab sakit gigi yang paling sering dialami. Lubang yang awalnya kecil dapat semakin dalam jika tidak segera ditambal. Saat kerusakan sudah mencapai saraf, rasa sakit biasanya menjadi lebih hebat.
2. Infeksi pada Gigi
Infeksi terjadi ketika bakteri masuk hingga ke bagian dalam gigi. Kondisi ini sering menyebabkan sakit gigi berdenyut, gusi bengkak, hingga muncul nanah di sekitar akar gigi.
Jika tidak segera ditangani, infeksi dapat menyebar ke jaringan lain.
3. Gusi Bengkak
Bukan hanya gigi, peradangan pada gusi juga bisa menyebabkan nyeri. Gusi yang bengkak biasanya terasa sakit saat digunakan mengunyah atau ketika terkena sikat gigi.
4. Gigi Retak atau Patah
Retakan kecil pada gigi sering kali tidak terlihat, tetapi bisa menimbulkan rasa nyeri saat menggigit makanan atau minum sesuatu yang panas maupun dingin.
5. Gigi Sensitif
Jika rasa ngilu muncul setiap kali minum dingin atau makan makanan manis, kemungkinan penyebabnya adalah gigi sensitif. Kondisi ini biasanya terjadi karena lapisan pelindung gigi mulai menipis.
6. Gigi Bungsu Tumbuh Miring
Pertumbuhan gigi bungsu yang tidak normal dapat menekan gigi di sebelahnya sehingga menimbulkan nyeri, pembengkakan, bahkan infeksi.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Selain rasa sakit, beberapa tanda berikut juga perlu diperhatikan
- Nyeri berdenyut terus-menerus.
- Gusi membengkak.
- Sulit mengunyah makanan.
- Bau mulut.
- Keluar nanah.
- Gigi terasa ngilu saat makan atau minum.
Jika keluhan tersebut muncul, jangan menunggu sampai rasa sakit semakin parah.
Cara Mengatasi Sakit Gigi
Penanganan sakit gigi harus disesuaikan dengan penyebabnya.
Jika penyebabnya gigi berlubang, dokter biasanya akan melakukan penambalan. Bila infeksi sudah mencapai saraf, mungkin diperlukan perawatan saluran akar. Sementara pada kondisi tertentu, pencabutan gigi bisa menjadi pilihan apabila gigi sudah tidak dapat dipertahankan.
Hindari mengonsumsi antibiotik tanpa anjuran dokter karena tidak semua sakit gigi disebabkan oleh infeksi bakteri.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Segera lakukan pemeriksaan apabila:
- Sakit gigi berlangsung lebih dari dua hari.
- Nyeri semakin hebat.
- Gusi membengkak.
- Muncul demam.
- Sulit membuka mulut.
- Keluar nanah.
Semakin cepat ditangani, semakin kecil risiko kerusakan gigi menjadi lebih parah.
Cara Mencegah Sakit Gigi
Agar terhindar dari sakit gigi, lakukan beberapa kebiasaan berikut:
- Menyikat gigi dua kali sehari.
- Menggunakan pasta gigi berfluoride.
- Membersihkan sela-sela gigi dengan dental floss.
- Mengurangi makanan dan minuman tinggi gula.
- Kontrol ke dokter gigi setiap enam bulan sekali.
Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga kesehatan gigi dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Penyebab sakit gigi tidak hanya berasal dari gigi berlubang. Infeksi gigi, gusi bengkak, gigi retak, gigi sensitif, hingga pertumbuhan gigi bungsu juga dapat menimbulkan rasa nyeri. Karena setiap penyebab memerlukan penanganan yang berbeda, jangan hanya mengandalkan obat pereda nyeri tanpa memeriksakan kondisi gigi.
Jika sakit gigi tidak kunjung membaik atau disertai pembengkakan, segera konsultasikan ke dokter gigi. Penanganan sejak dini dapat membantu menjaga kesehatan gigi sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius.